Lebih dari sekadar camilan, cucur ringgit memiliki nilai budaya yang kuat. Kue ini kerap hadir dalam berbagai hajatan adat, mulai dari pernikahan hingga perayaan tradisional, sebagai simbol kehangatan dan kebersamaan. Keberadaannya menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah kuliner Bengkulu.
Bagi pelintas jalur Jalan Lintas Bengkulu–Manna, tak perlu khawatir kehabisan camilan. Lapak-lapak penjual cucur ringgit berjajar rapi di tepi jalan, menyajikan kue dalam balutan plastik bening agar tetap higienis dan terlindung dari debu.
Singkatnya, menyempatkan diri berhenti dan mencicipi cucur ringgit adalah cara sederhana menikmati kekayaan rasa Bengkulu. Di balik manisnya kue tradisional ini, tersimpan cerita, budaya, dan keramahan lokal yang layak terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.












