Selain itu, cuka apel juga sering digunakan sebagai pendukung program penurunan berat badan. Kandungan asam asetat di dalamnya dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, sehingga seseorang tidak mudah lapar dan cenderung makan lebih sedikit. Namun perlu digarisbawahi, efek ini hanya bersifat pendukung, bukan solusi utama.
Dari sisi pencernaan, cuka apel juga dipercaya dapat membantu kerja saluran cerna. Proses fermentasinya dianggap bisa mendukung keseimbangan bakteri baik di usus, meskipun efeknya bisa berbeda pada setiap orang.
Tak hanya itu, cuka apel juga kerap digunakan untuk kesehatan kulit dan rambut. Banyak orang memanfaatkannya sebagai toner alami atau campuran bilasan rambut. Namun penggunaan luar pun tetap harus hati-hati karena sifatnya yang asam.
Risiko dan Bahaya Jika Dikonsumsi Sembarangan
Video ini menekankan satu hal penting: cuka apel tidak boleh dikonsumsi secara asal. Sifatnya yang sangat asam bisa menimbulkan efek samping jika digunakan dengan cara yang salah.
Jika diminum langsung tanpa dicampur air, cuka apel bisa mengiritasi kerongkongan dan lambung. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko menimbulkan rasa perih, nyeri lambung, bahkan kerusakan pada saluran pencernaan.












