Keasaman cuka apel juga bisa merusak lapisan email gigi. Bila sering diminum tanpa pengenceran, gigi bisa menjadi lebih sensitif dan mudah rusak. Karena itu, sangat tidak dianjurkan meminum cuka apel dalam kondisi murni.
Bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau tekanan darah rendah, cuka apel juga bisa menimbulkan masalah jika dikonsumsi bersamaan dengan obat. Efek penurunan gula darah atau tekanan darah bisa menjadi terlalu kuat dan berbahaya jika tidak diawasi.
Cara Konsumsi yang Lebih Aman
Agar manfaatnya bisa dirasakan tanpa menimbulkan masalah, cuka apel harus dikonsumsi dengan cara yang benar. Umumnya, cuka apel perlu dicampurkan dengan air, bukan diminum langsung. Takaran yang sering digunakan adalah satu hingga dua sendok makan cuka apel dalam segelas air.
Selain diminum, cuka apel juga bisa dimanfaatkan sebagai campuran makanan, misalnya dalam saus salad atau bumbu masakan. Cara ini justru lebih aman karena tidak langsung mengenai lambung dan gigi dalam kondisi pekat.
Bagi orang yang memiliki riwayat sakit maag, gangguan lambung, atau sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum rutin mengonsumsi cuka apel.
Cuka apel memang memiliki potensi manfaat bagi kesehatan, tetapi bukan minuman ajaib yang bisa dikonsumsi sembarangan.












