“Laki-laki yang sudah baligh wajib ke masjid. Masjid harus hidup, menjadi pusat ibadah, pembelajaran, dan silaturahmi,” tegasnya.
Lebih dari sekadar penguatan spiritual, Retreat Merah Putih juga mengusung misi sosial. Selama kegiatan berlangsung, peserta di tugaskan turun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi riil warga.
Jika di temukan rumah tidak layak huni, Pemprov Bengkulu akan membangunkannya. Warga yang membutuhkan sembako, anak yatim, maupun janda yang memerlukan bantuan juga akan segera di tindaklanjuti melalui program Bantu Rakyat.
“Selama tiga hari retreat, insyãAllah iman kita meningkat. Dunia ini bukan tempat tinggal, tapi tempat meninggal. Maka perbanyaklah kebaikan, karena dunia sementara, akhirat selamanya,” pesan Helmi.












