– Fermentasi selesai ketika cairan berbau harum seperti tape, dan warna kulit rambutan memudar.
5. Penyaringan (Opsional):
– Saring cairan hasil fermentasi untuk memisahkan ampas dari larutan pupuk.
– Ampas bisa digunakan sebagai kompos padat atau mulsa.
Cara Penggunaan:
1. Sebagai Pupuk Cair:
– Encerkan cairan pupuk dengan air bersih (1:10).
– Siramkan pada tanah di sekitar tanaman atau gunakan sebagai pupuk daun dengan cara disemprotkan.
2. Sebagai Kompos Padat:
– Ampas kulit rambutan yang telah difermentasi bisa dicampur dengan tanah atau digunakan sebagai mulsa untuk menutupi permukaan tanah.
Manfaat Pupuk Organik dari Kulit Rambutan:
– Memperbaiki Kesuburan Tanah: Kandungan organik dalam kulit rambutan meningkatkan struktur tanah dan kapasitas retensi air.
– Sumber Nutrisi Alami: Pupuk ini mengandung unsur hara mikro dan makro yang membantu pertumbuhan tanaman.
– Mengurangi Limbah: Mengolah limbah kulit rambutan menjadi produk bermanfaat membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
– Meningkatkan Produktivitas Tanaman: Nutrisi alami dari pupuk cair ini mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan hasil panen.
– Ramah Lingkungan: Bebas bahan kimia, menjaga keseimbangan ekosistem tanah.
– Hindari menggunakan pupuk ini secara berlebihan karena sifat asam alami dari kulit rambutan dapat memengaruhi pH tanah.












