Tak hanya pada transaksi jual beli, digitalisasi juga akan menyentuh sektor perparkiran. Ke depan, pembayaran parkir di kawasan Belungguk Point di rencanakan menggunakan metode QRIS atau e-money guna meningkatkan efisiensi serta meminimalisir kebocoran retribusi.
Meski demikian, Dedy memastikan penerapan sistem digital dilakukan secara bertahap dan inklusif. Bagi masyarakat yang belum memiliki dompet digital atau akses QRIS, pembayaran tunai masih tetap diperbolehkan.
“Kalu dak punyo QRIS? Masi buli pakai pitis. Asal ado pitis e,” tuturnya sambil tersenyum.
Selain mengusung konsep digital, Belungguk Point juga mendapat perhatian dari sisi keamanan pangan. Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu menyatakan komitmennya untuk mengawasi produk UMKM yang akan berpartisipasi dalam launching kawasan tersebut.












