“PDAM Tirta Hidayah ini peluangnya sangat besar. Tapi faktanya, dalam beberapa tahun terakhir kontribusi PAD yang di berikan justru sangat kecil. Ini tentu menjadi tanda tanya besar,” tegas Evi Hasna.
Ia juga menyoroti banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan pemasangan sambungan baru air bersih yang di nilai lamban dan berbelit. Bahkan, proses pengajuan sambungan baru tersebut di samakan masyarakat seperti mengurus pinjaman kredit di bank karena panjangnya prosedur dan ketidakjelasan waktu pelayanan.
Akibat buruknya pelayanan tersebut, lanjut Evi, banyak warga akhirnya memilih mencari alternatif lain untuk mendapatkan air bersih demi memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Kondisi ini secara langsung berdampak pada stagnannya jumlah pelanggan PDAM Tirta Hidayah, yang seharusnya menjadi sumber utama pendapatan perusahaan.












