“UMKM tidak bisa di kerjakan sendiri. Diperlukan kolaborasi. Inilah yang selalu di tekankan Presiden dan Menteri, bahwa agenda seperti ini harus menjadi gerakan bersama,” ujar Riza.
Riza menjelaskan bahwa Bengkulu di tetapkan sebagai salah satu dari 12 provinsi prioritas tahun 2025 karena memiliki potensi sumber daya unggulan yang kuat, kualitas produk yang baik, serta Sumber Daya Manusia yang mumpuni.
Namun, tantangan besar masih di hadapi, terutama terkait legalitas usaha dan sertifikasi. Banyak UMKM Bengkulu yang belum memiliki izin usaha, sertifikasi halal, maupun standar produksi lainnya.
Riza menyebut dari seluruh peserta yang hadir, 97 persen merupakan perempuan, yang di nilai mencerminkan besarnya potensi ekonomi keluarga dan peran perempuan dalam menggerakkan UMKM.












