<strong>BENGKULUTERKINI.ID</strong> – Sebanyak 1.200 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh daerah di Provinsi Bengkulu mengikuti Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang di gelar di Sport Center Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Selasa (18/11/2025). Festival ini merupakan kegiatan kolaboratif berskala nasional yang melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dan berbagai asosiasi, dengan tujuan memberikan percepatan penguatan usaha mikro di Indonesia. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UMKM, Riza Damanik, menegaskan bahwa festival ini menjadi bukti pentingnya kerja bersama lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan UMKM nasional.<!--nextpage--> "UMKM tidak bisa di kerjakan sendiri. Diperlukan kolaborasi. Inilah yang selalu di tekankan Presiden dan Menteri, bahwa agenda seperti ini harus menjadi gerakan bersama," ujar Riza.<!--more--> Riza menjelaskan bahwa Bengkulu di tetapkan sebagai salah satu dari 12 provinsi prioritas tahun 2025 karena memiliki potensi sumber daya unggulan yang kuat, kualitas produk yang baik, serta Sumber Daya Manusia yang mumpuni. Namun, tantangan besar masih di hadapi, terutama terkait legalitas usaha dan sertifikasi. Banyak UMKM Bengkulu yang belum memiliki izin usaha, sertifikasi halal, maupun standar produksi lainnya. Riza menyebut dari seluruh peserta yang hadir, 97 persen merupakan perempuan, yang di nilai mencerminkan besarnya potensi ekonomi keluarga dan peran perempuan dalam menggerakkan UMKM.<!--nextpage--> "Melalui festival ini, pihaknya mendorong percepatan legalisasi, sertifikasi, serta perluasan akses pasar," tambahnya Anggota Komisi VII DPR RI yang juga Dapil Bengkulu, Erna Sari Dewi, mengapresiasi penuh penyelenggaraan festival ini karena di nilai memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM Bengkulu. "Hari ini luar biasa. Para UMKM di berikan fasilitas kemudahan, pendampingan, pelatihan, hingga peningkatan kapasitas. Di sini mereka bisa memperoleh sertifikasi, perizinan, pelatihan konten produk, hingga transformasi digital melalui QRIS," ujarnya. Erna juga menyebut Bengkulu memiliki lebih dari 230 ribu UMKM yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Namun, kurang dari 50 persen yang memiliki legalitas.<!--nextpage--> Oleh sebab itu, festival ini di nilai menjadi langkah nyata untuk menambah jumlah UMKM yang terverifikasi dan terdaftar secara resmi. Ia juga berharap kegiatan seperti ini tetap berlanjut dan lebih di fokuskan hingga menjangkau seluruh kelompok UMKM di pelosok daerah. "Kita berharap ada kontinuitas. Event seperti ini harus terus di lakukan agar lebih banyak UMKM yang bisa di rangkul," tutur Erna. Disisi lain, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengungkapkan bahwa pemerintah ingin memastikan UMKM memiliki akses legalitas, pasar, permodalan, hingga digitalisasi sebagai bekal untuk tumbuh lebih kuat. Festival ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemberdayaan UMKM Bengkulu, mendorong keberlanjutan usaha, dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.<!--nextpage--> "Kemudahan perizinan dengan kita lakukan sekarang. Kalau perizinan mereka tidak punya bagaimana mereka ingin berinteraksi, maka ini yang kita lakukan," pungkas Helmi. (Tri Yulianti)