“Salah satu alasannya adalah tingkat keterisian penumpang pada rute Bengkulu yang masih rendah sehingga berpotensi menimbulkan kerugian berkelanjutan bagi perusahaan,” jelas Mukhtaris.
Manajemen Garuda Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Pihak maskapai menegaskan tetap membuka ruang sinergi dengan pemerintah daerah demi menjaga keberlangsungan layanan penerbangan yang optimal.
Sebelumnya, Garuda Indonesia dikabarkan akan menghentikan operasional penerbangan dari dan ke Bengkulu akibat minimnya jumlah penumpang di Bandara Fatmawati Soekarno. Penerbangan terakhir disebut-sebut dijadwalkan pada 28 Maret 2026, meskipun terdapat laporan lain yang menyebutkan 23 Maret 2026 sebagai tanggal akhir operasional sementara rute tersebut.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap melalui koordinasi intensif dan dukungan seluruh pihak, keberadaan maskapai nasional tersebut dapat tetap dipertahankan guna mendukung konektivitas daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu secara berkelanjutan. (Tri Yulianti)












