Selain itu, Dedy juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai gotong royong di tengah kehidupan masyarakat modern.
Kesadaran untuk menjaga kebersihan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, dinilai sebagai kunci utama dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.
“Melalui aksi ini, pemerintah berharap tumbuh kepedulian yang lebih besar dari masyarakat pesisir dan para pelaku usaha di sekitar kawasan wisata. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam aksi nyata sehari-hari,” jelas walikota.
Pantai yang bersih dan tertata diyakini akan meningkatkan daya tarik wisata, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar Pantai Zakat.
Aksi GEMPAR menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar soal estetika, melainkan investasi jangka panjang bagi pariwisata dan citra positif Kota Bengkulu. (Firman Triadinata)












