Tantangan dan Jalan Berliku Demokrasi Indonesia
Demokrasi Indonesia masih menapaki jalan yang penuh liku. Politik uang, oligarki, dan lemahnya budaya kritik menjadi tantangan serius. Banyak pihak menganggap gerakan massa sebagai ancaman, padahal sejatinya gerakan ini adalah fungsi korektif yang vital dalam menjaga keseimbangan kekuasaan. Tanpa keberanian rakyat untuk bersuara, demokrasi akan merosot menjadi sekadar prosedur, kehilangan substansinya sebagai alat untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan.
Oleh karena itu, demokrasi tidak boleh hanya sebatas retorika atau seremoni pemilu lima tahunan. Demokrasi harus terus diperjuangkan melalui keberanian bersuara, solidaritas sosial, serta penghormatan terhadap para martir yang telah mengorbankan jiwa dan raga. Jalan panjang demokrasi Indonesia mungkin penuh liku, tetapi dengan kesadaran kolektif, tujuan luhur bangsa ini, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tetap dapat dicapai.(**)












