Meski hilal tidak terlihat di Bengkulu, laporan hasil pemantauan ini tetap dikirimkan secara real-time ke Kementerian Agama RI di Jakarta. Data tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional yang digelar pada Selasa malam.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti ketetapan resmi dari pemerintah pusat. Hasil Sidang Isbat nantinya akan menjadi dasar tunggal pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah bagi umat Islam di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Kegiatan rukyatul hilal di tepian Samudera Hindia ini melibatkan sinergi dari empat lembaga utama, yaitu Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, IAIN Curup, BMKG Bengkulu, dan LDII.
Pelaksanaan pemantauan berlangsung khidmat dan tertib. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan awal Ramadan tahun ini dapat dijalankan dengan penuh kekhusyukan dan menjaga semangat persatuan umat di Provinsi Bengkulu.(Budhi S)












