5. Mengelola stres dengan baik
Usahakan untuk tetap tenang dan menghindari stres saat berpuasa. Penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang berpuasa cenderung memiliki tingkat hormon stres yang lebih tinggi, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin.
6. Memperhatikan waktu tidur
Puasa dapat mengubah pola tidur ibu hamil. Namun, penting untuk memastikan waktu tidur yang cukup, karena kekurangan tidur bisa menimbulkan komplikasi kehamilan. Sebaiknya tidur minimal 4 jam di malam hari, serta ambil waktu untuk tidur siang dan usahakan tidur dan bangun pada waktu yang sama untuk membentuk pola tidur yang baik. Hal ini akan membantu ibu mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.
7. Menghindari aktivitas fisik yang berat
Hindari mengangkat barang yang berat atau berjalan dalam jarak yang jauh. Jika diperlukan, kurangi pekerjaan rumah yang menguras tenaga. Apabila berpuasa membuat ibu hamil cepat merasa lelah, sebaiknya lebih santai dan banyak beristirahat agar tidak merasa kelelahan. Dengan mengikuti panduan puasa untuk ibu hamil tersebut, manfaat puasa seperti pengendalian berat badan dapat dicapai. Hal ini juga dapat mengurangi risiko terkena diabetes dan hipertensi.
Ibu hamil yang menjalani puasa harus tetap memperhatikan gejala dari kondisi yang dapat membahayakan janin, seperti vertigo, demam, muntah, kelemahan, kelelahan, detak jantung yang cepat, bibir kering, atau rasa haus yang berlebihan. Gejala-gejala ini bisa menjadi indikasi bahwa ibu hamil mengalami dehidrasi.












