<strong>BENGKULUTERKINI.ID</strong> - Kurma sangat sering dijadikan pilihan saat berbuka puasa. Rasanya manis, bisa memberikan energi dengan cepat, dan buah ini juga terkenal kaya akan nutrisi. Namun, bagi ibu hamil, penting untuk memperhatikan konsumsi kurma, terutama jika ada faktor risiko tertentu yang berkaitan dengan gula darah. Para ahli mengingatkan bahwa meskipun kurma sering dianggap sebagai “makanan super”, kadar gulanya cukup tinggi. Dalam satu butir kurma terdapat sekitar 15–18 gram gula alami. Jika mengonsumsi 5–7 butir sekaligus saat berbuka, kenaikan glukosa dalam darah bisa terjadi dalam waktu singkat. <!--more--> <strong>Tanda-Tanda Perlu Mengurangi Konsumsi Kurma</strong> Ibu hamil harus lebih waspada jika merasakan beberapa gejala berikut setelah menikmati makanan manis, termasuk kurma: <ul> <li>Sering merasa sangat haus, meskipun sudah cukup minum di waktu berbuka dan sahur.</li> <li>Merasa lemas tiba-tiba atau sangat mengantuk (sugar crash) tidak lama setelah makan makanan manis.</li> <li>Kulit terasa gatal atau kering tanpa alasan yang jelas, yang bisa menjadi indikasi bahwa kadar gula darah meningkat.</li> <li>Mempunyai riwayat diabetes gestasional, atau telah diingatkan oleh dokter untuk menjaga kadar gula darah selama kehamilan.</li> </ul> Jika gejala-gejala tersebut muncul, sebaiknya batasi konsumsi kurma dan tetap berkonsultasi dengan tenaga medis.<!--nextpage--> <!--more--> <strong>Risiko Kenaikan Gula Darah Selama Kehamilan</strong> Kenaikan gula darah yang tidak terkontrol selama kehamilan dapat meningkatkan risiko makrosomia, yaitu kondisi di mana bayi tumbuh terlalu besar di dalam rahim. Kondisi ini bisa membuat proses persalinan normal menjadi sulit dan meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, pengaturan pola makan saat berpuasa menjadi sangat penting bagi ibu hamil, khususnya yang memiliki risiko gangguan metabolisme glukosa. <strong>Tips Aman Mengonsumsi Kurma Saat Puasa</strong> Meskipun demikian, ibu hamil tidak perlu sepenuhnya menghindari kurma. Konsumsi masih diperbolehkan asalkan dalam jumlah yang wajar dan dengan cara yang tepat. Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain: <ul> <li>Batasi jumlahnya, cukup 1–3 butir saat berbuka.</li> <li>Gabungkan dengan sumber protein atau lemak sehat, seperti almond, keju, atau chia seed. Kombinasi ini dapat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.</li> <li>Pilih jenis kurma dengan indeks glikemik yang lebih moderat dan hindari yang terlalu lembek atau sangat manis.</li> <li>Pantau kadar gula darah sendiri, terutama bagi yang memiliki riwayat diabetes gestasional.</li> </ul> Kurma memang kaya akan kalium yang membantu mencegah kram, serta mengandung serat dan antioksidan. Namun, kesehatan ibu dan janin tetap harus menjadi prioritas utama.<!--nextpage--> Bagi ibu hamil yang menjalani puasa, disarankan untuk tetap berkonsultasi secara rutin dengan dokter kandungan untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga selama bulan Ramadan.