BENGKULUTERKINI.ID – Ketuban pecah menjadi suatu tanda yang perlu diperhatikan oleh setiap ibu hamil di trimester 3 menjelang lahiran. Karena hal ini bisa melindungi bayi dan ibu agar aman saat melakukan persalinan.
Air ketuban memiliki fungsi yang sangat penting bagi janin di dalam kandungan, yaitu untuk melindungi janin dari benturan, membantu perkembangan organ tubuh janin, menjaga suhu yang optimal untuk janin, serta memberikan ruang untuk pergerakan janin.
Memahami Air Ketuban Pecah
Ketuban pecah bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa disadari oleh ibu hamil. Ciri-ciri ketuban pecah yang normal adalah cairan yang dikeluarkan tidak berbau, berwarna bening, atau bisa saja bercampur sedikit darah. Setiap ibu hamil mungkin akan mengalami ciri-ciri ketuban pecah yang berbeda-beda, ada yang menetes secara lambat dan ada juga yang keluar dari vagina secara deras.
Ketuban pecah umumya menjadi pertanda bahwa ibu hamil akan segera melahirkan. Namun, jika ketuban telah pecah dan ibu hamil tidak kunjung merasakan tanda-tanda akan melahirkan dalam kurun waktu 24 jam, dokter biasanya akan menyarankan tindakan induksi. Tujuan prosedur induksi ini adalah untuk mempercepat proses persalinan dan mengurangi risiko bayi mengalami komplikasi lebih lanjut. Salah satunya adalah infeksi.












