Penyumbang terbesar inflasi tahunan berasal dari kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 2,28 persen. Komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan dencis, serta SKM.
Sementara itu, kelompok pendidikan menjadi penyumbang utama deflasi dengan andil 0,51 persen. Komoditas yang memberikan kontribusi terhadap deflasi di antaranya biaya Sekolah Menengah Atas (SMA), cabai merah, bensin, cabai rawit, serta tarif rumah sakit.
Untuk inflasi bulanan (m-to-m), kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,45 persen. Komoditas yang dominan memicu kenaikan harga di antaranya cabai merah, daging ayam ras, emas perhiasan, ikan dencis, dan nasi dengan lauk.
Adapun kelompok transportasi menjadi penyumbang deflasi bulanan dengan andil 0,02 persen. Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap penurunan ini antara lain bensin, telur ayam ras, santan segar, jeruk, dan stoples.
Rilis Berita Resmi Statistik tersebut turut dihadiri dinas terkait, para statistisi BPS Kota Bengkulu, serta sejumlah awak media massa. (Firman)












