اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى فِيْهِ مِن الْمُتَوَكَّلِيْنَ عَلَيْكَ وَاجْعَلْنِى فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَاجْعَلْنِي فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِأَحْسَانِكَ يَاغَايَةَ الطَّالِبِيْنَ
(Allahummaj’alnii fiihi minal mutawakkaliina ‘alaika waj’alnii fiihi minal faa-iziina ladaika waj’alnii fiihi minal muqarrabiina ilayka bi ahsaanika yaa ghaayatath thaalibiin).
Artinya:
“Ya Allah, buatlah aku di bulan ini termasuk di antara orang-orang yang bertawakal kepada-Mu. Satukan aku di antara orang-orang yang beruntung di sisi-Mu. Dekatkan aku dengan mereka yang berada dekat dengan-Mu. Wahai Harapan para pencari,”.
Itulah doa yang dapat dipanjatkan pada hari kesepuluh puasa Ramadhan untuk meminta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang saleh.












