2. Memilih Makanan yang Kaya Kalori dan Lemak
Selama bulan puasa, banyak orang tergoda untuk menikmati makanan berkalori tinggi seperti gorengan, makanan manis, dan minuman manis seperti kolak atau es buah. Makanan-makanan tersebut sering menjadi pilihan utama saat berbuka puasa.
3. Minuman Manis dan Kelebihan Gula
Minuman manis, seperti jus buah, soda, atau teh manis, sering dipilih untuk menyegarkan diri setelah berpuasa.
Namun, banyak di antara minuman ini mengandung gula tambahan yang tinggi kalori dan dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan selama puasa.
4. Rendahnya Aktivitas Fisik
Selama bulan Ramadan, sebagian orang mungkin mengurangi kegiatan fisik karena efek puasa, rasa lelah, atau waktu yang sedikit untuk berolahraga.
Padahal, berolahraga sangat penting untuk menjaga metabolisme tubuh serta membakar kalori yang masuk.
Kurangnya aktivitas fisik membuat kalori yang dikonsumsi tidak terbakar dengan efisien, akhirnya disimpan sebagai lemak tubuh.
5. Makan dalam Keadaan Terburu-buru
Saat buka puasa, sering kali kita terburu-buru, yang bisa menyebabkan kita mengonsumsi lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan.
Ketika makan cepat, tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk memberi sinyal kenyang, sehingga seringkali berujung pada konsumsi kalori yang berlebihan.












