- Ketidakseimbangan hormon dan zat kimia di otak (neurotransmiter)
- Riwayat keluarga dengan gangguan depresi
- Trauma masa lalu
- Kehilangan orang terdekat
- Tekanan hidup yang berkepanjangan
Gejala depresi meliputi:
- Merasa sedih, hampa, atau putus asa terus-menerus
- Kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukai
- Perubahan pola tidur (insomnia atau tidur berlebihan)
- Nafsu makan meningkat atau menurun drastis
- Merasa lelah atau tidak bertenaga
- Sulit berkonsentrasi atau mengambil keputusan
- Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri
Berbeda dengan stres, depresi tidak hilang dengan sendirinya dan memerlukan penanganan profesional seperti psikoterapi, konseling, atau pengobatan medis.
3. Kapan Harus Mencari Bantuan?
Jika stres mulai mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan sosial, atau jika perasaan sedih dan tidak bersemangat berlangsung lebih dari dua minggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Mendapatkan bantuan profesional bukan tanda kelemahan, melainkan langkah berani untuk menjaga kesehatan mental. Dyah












