BENGKULUTERKINI.ID – Intermittent Fasting (IF) adalah pola makan yang mengatur kapan seseorang makan dan kapan berpuasa secara teratur, bukan fokus pada apa yang dimakan. Dalam praktiknya, IF berarti ada waktu tertentu untuk makan, dan waktu lainnya dihabiskan tanpa asupan makanan atau hanya minuman tanpa kalori biasanya diperbolehkan.
Dikutip dari Hopkins Medicine, Secara biologis tubuh manusia telah berevolusi untuk bisa melewati periode puasa seperti saat berburu, masa kelaparan, atau malam hari tanpa makanan.
Ketika seseorang tidak makan selama beberapa jam (misalnya 10-16 jam), tubuh menghabiskan cadangan glukosa dan mulai membakar lemak, menghasilkan keton sebagai bahan bakar alternatif. Proses ini kadang disebut “metabolic switching.”
Metode Diet IF
Ada beberapa metode yang umum dipakai dalam IF:
⁃Time-restricted eating: membatasi waktu makan dalam sehari (misalnya jendela makan 8 jam, puasa 16 jam
⁃Alternating day fasting (puasa di hari bergantian) atau metode modifikasi (di hari puasa tetap boleh sedikit kalorinya).
⁃Metode 5:2: makan normal lima hari, dua hari dalam seminggu membatasi asupan kalori sangat rendah.
Manfaat Diet dengan Metode IF
Salah satu manfaat paling banyak dikaji dari IF adalah membantu penurunan berat badan. IF memiliki efek yang sebanding dengan pembatasan kalori terus-menerus dalam mengurangi berat badan, terutama lemak tubuh. Selain itu, IF dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang membantu tubuh menggunakan glukosa dengan lebih efisien, dan memperbaiki profil lipid darah
Selain penurunan berat, IF juga berkaitan dengan efek positif terhadap beberapa faktor risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan peradangan. Dalam jangka pendek, kadar gula darah puasa dan insulin bisa menurun.
Demikian juga, beberapa penelitian menunjukkan bahwa IF mungkin membantu dalam perbaikan metabolisme lemak dan mengurangi stres oksidatif serta peradangan di dalam tubuh.
Menurut artikel ‘The Effects of Intermittent Fasting on Brain and Cognitive Function’ menyebutkan bahwa IF dapat memberikan manfaat pada kesehatan otak, seperti memperbaiki memori atau proteksi terhadap neurodegenerasi, melalui mekanisme seperti autophagy dan peningkatan keton sebagai bahan bakar alternatif.
Selain itu, ada beberapa bukti bahwa IF dapat memperlambat proses penuaan dan meningkatkan umur sel.
Namun, IF bukan metode yang cocok untuk semua orang. Keamanan dan efektivitasnya tergantung pada cara pelaksanaan, kondisi kesehatan individual, serta kualitas makanan yang dikonsumsi saat waktu makan. Indria*












