“Pedagang tidak dikenakan biaya lapak. Mereka hanya dibebankan retribusi kebersihan dan listrik. Ini bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, kata Alex, antusiasme pedagang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 151 pedagang telah mendaftarkan diri untuk menempati lapak di Jalan Kedondong.
Jumlah itu diperkirakan terus bertambah, mengingat kapasitas Pasar Subuh mampu menampung hingga sekitar 350 pedagang.
“Kuota masih tersedia dan kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pedagang yang ingin bergabung,” tutupnya.
Melalui penataan ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap kawasan Pasar Panorama dapat menjadi lebih rapi, bersih, serta memberikan kenyamanan bagi pedagang, pembeli, dan masyarakat sekitar. (Adv)












