Salah satu anjuran dokter dalam mengatasi protein dalam urin selama kehamilan adalah dengan mengontrol tekanan darah. Memang benar, tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah ginjal.
Dengan mengontrol tekanan darah saat hamil, risiko kerusakan ginjal dapat dikurangi. Hal ini dapat mengurangi risiko proteinuria. Selain itu, penting untuk mengontrol tekanan darah untuk mencegah komplikasi serius, seperti preeklamsia.
2. Perbaiki pola makan
Memperbaiki pola makan juga penting dalam mengurangi proteinuria pada ibu hamil. Anda bisa mulai mengonsumsi makanan sehat seimbang yang kaya nutrisi dan rendah garam, seperti:
- Protein sehat, seperti ikan, daging tanpa lemak, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
- Buah-buahan dan sayur-sayuran seperti jeruk, apel, melon, bayam atau brokoli
- Karbohidrat kompleks, misalnya roti gandum, beras merah dan oatmeal.
- Lemak sehat, termasuk alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan
- Produk susu rendah lemak, seperti yogurt atau keju rendah lemak
3. Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup penting bagi ibu hamil karena dapat menurunkan kadar protein dalam urin.
Dengan istirahat yang cukup, tubuh dapat melancarkan aliran darah ke ginjal, mengurangi stres fisik dan mental, serta mengurangi stres pada tubuh.












