3. Cek Komposisi “Notes” Parfum
Setiap parfum punya struktur aroma: top notes, middle notes, dan base notes.
Base notes adalah yang paling tahan lama dan biasanya muncul setelah parfum sudah menempel di kulit selama beberapa waktu.
Tips: Baca label atau deskripsi parfum dan cari tahu apa saja base notes-nya. Kalau ada amber, patchouli, musk, atau oud itu pertanda bagus!
4. Tes di Kulit, Bukan di Kertas
Setiap orang punya pH kulit dan minyak alami tubuh yang berbeda, sehingga parfum bisa berbau berbeda dan bertahan lama atau tidak tergantung pada siapa yang memakainya.
Cobalah semprot parfum langsung ke kulit (biasanya di pergelangan tangan atau belakang telinga), lalu tunggu beberapa jam untuk melihat:
- Apakah wanginya cocok dengan kulitmu?
- Seberapa lama dia bertahan?
5. Perhatikan Cara Penyimpanan
Parfum yang disimpan sembarangan juga bisa menurunkan kualitas dan daya tahannya. Hindari menyimpan parfum di tempat panas, lembap, atau terkena sinar matahari langsung. Simpan di tempat sejuk dan kering agar kualitas wanginya tetap terjaga.
6. Gunakan di Titik-Titik Nadi
Agar parfum tahan lama saat digunakan, semprotkan pada titik-titik nadi seperti:
- Pergelangan tangan
- Leher
- Belakang telinga
- Dalam siku
- Dada (jika perlu)
Panas tubuh di titik-titik ini akan membantu menyebarkan aroma parfum lebih efektif dan tahan lama.












