BENGKULUTERKINI.ID – Tradisi mencari takjil saat menjelang buka puasa telah menjadi hal yang dinanti setiap Ramadan. Beragam hidangan seperti es buah, kolak, dan gorengan sangat dicari untuk menghilangkan rasa haus dan lapar setelah seharian berpuasa.
Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: keamanan kemasan makanan dan minuman yang digunakan. Berbagai jenis bahan pembungkus masih banyak dipakai oleh para pedagang, seperti plastik kiloan, kantong kresek hitam, kertas bekas, gelas kertas, gelas plastik sekali pakai, hingga styrofoam.
Namun, tidak semua jenis bahan tersebut aman, terutama ketika bersentuhan langsung dengan makanan yang panas atau berminyak.
Nah, berikut ini beberapa pembungkus takjil yang sebaiknya diwaspadai seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Plastik Kiloan dan Kresek Daur Ulang
Plastik kiloan sering digunakan untuk membungkus makanan seperti gorengan atau hidangan berkuah yang panas. Akan tetapi, beberapa jenis plastik dapat mengandung bahan kimia seperti BPA dan ftalat yang bisa berpindah ke makanan ketika terkena suhu tinggi. Paparan berkepanjangan bisa berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan bahwa banyak kantong kresek, khususnya yang berwarna hitam, berasal dari bahan daur ulang yang tidak selalu dibuat dari plastik yang aman untuk makanan. Kualitas dan keamanannya sulit dijamin, terutama jika plastik digunakan untuk membungkus makanan panas, karena suhu tinggi dapat mempercepat perpindahan zat kimia ke dalam makanan.












