Khusus untuk tindakan tubektomi, DPPKBP3A kembali mempercayakan RSIA Al-Barra sebagai salah satu faskes rujukan utama.
”Tahun-tahun sebelumnya kita sudah menjalin kerja sama dengan RSIA Al-Barra untuk pemasangan tubektomi. Tahun ini tetap kita lanjutkan karena fasilitas di sana sangat mendukung untuk tindakan medis tersebut,” tambahnya.
Meski layanan dipastikan tetap berjalan, DPPKBP3A saat ini masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dan jadwal pelaksanaan resmi dari pimpinan serta penetapan target dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Biasanya, target Pasangan Usia Subur (PUS) yang harus dilayani akan dibagikan ke setiap kecamatan berdasarkan kepadatan jumlah penduduk dan pasangan usia subur di wilayah masing-masing.
”Kami masih menunggu sinkronisasi target dari provinsi. Setelah target turun, akan segera kami distribusikan ke tiap kecamatan agar pelayanan KB gratis ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tutup Bustam.
Melalui keberlanjutan program ini, Pemkab Mukomuko berharap dapat menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan serta meningkatkan kualitas kesejahteraan keluarga di seluruh penjuru kabupaten. (end)











