Situasi yang memanas berujung pada tindakan kekerasan brutal. AA mendapatkan tamparan, jambakan, hingga pengeroyokan oleh beberapa orang. Mirisnya, siswa lain di lokasi tidak berani melerai karena takut terhadap senioritas pelaku. Guru baru tiba setelah kejadian berlangsung lama, namun pelaku tetap beringas menarik rambut dan menginjak korban hingga korban pingsan.
Pasca-kejadian, AA sempat di evakuasi ke ruang UKS sebelum akhirnya di jemput oleh kakaknya. Karena kondisi fisik yang melemah, pihak keluarga langsung membawa AA ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis serta melakukan visum.
Keluarga korban menyayangkan lambatnya respons pihak sekolah dan kini telah resmi melanjutkan proses pelaporan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan pengeroyokan tersebut.(**)










