<strong>BENGKULUTERKINI.ID -</strong> Malnutrisi atau kekurangan gizi adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Pada anak-anak, malnutrisi bisa terjadi akibat kekurangan atau ketidakseimbangan dalam asupan gizi, yang dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik dan mental mereka. Penting untuk diketahui bahwa malnutrisi tidak hanya mengarah pada kekurangan gizi seperti protein, vitamin, atau mineral, tetapi juga dapat terjadi karena konsumsi makanan yang berlebihan, seperti konsumsi kalori berlebih yang tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang cukup.<!--nextpage--> Hal ini bisa mengarah pada obesitas, yang juga merupakan bentuk malnutrisi. Bagi orang tua dan pengasuh, sangat penting untuk mengetahui ciri-ciri anak malnutrisi agar dapat segera mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menangani masalah ini. Mengenali tanda-tanda malnutrisi sejak dini akan membantu dalam mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan anak. Lantas, apa saja tanda-tanda yang perlu diketahui? Yuk, cari tahu bersama. 1. Kegagalan pertumbuhan Kegagalan untuk mencapai batas normal yang sesuai dengan usianya seperti berat badan dan tinggi badan. Anak akan terlihat kurus dan lebih pendek. Ini merupakan tanda awal anak malnutrisi.<!--nextpage--> 2. Emosi yang kacau Anak akan mudah marah yang disertai dengan kelesuan dan menangis berlebihan, rewel yang disertai dengan kecemasan dan apatis. 3. Gangguan pada kulit dan rambut Kulit akan terlihat bersisik dan kering. Rambut juga berubah kering, berwarna karat, kusam serta mudah rontok. 4. Otot melemah Otot anggota gerak (atrofi otot) akan mengecil dan mengurangi kekuatan geraknya. 5. Pembengkakan anggota tubuh Beberapa bagian tubuh akan terlihat membulat akibat pembengkakan seperti wajah, perut, telapak kai dan wajah. Hal ini karena kurangnya nutris penting yang dibutuhkan oleh tubuh. 6. Lelah Tubuh merasa kekurangan tenaga sehingga merasa lemas sepanjang hari. Ini biasanya disebabkan oleh anemia yang menyerang anak malnutrisi.<!--nextpage--> 7. Pematangan tulang terhambat Anak malnutrisi tulangnya akan lebih ringkih dikarenakan kurangnya nutrisi untuk tulang yang didapatan dari makanan yang dikonsumsi. 8. Pasif Aktivitas yang dilakukan anak malnutrisi sangat kurang jika dibandingkan dengan anak-anak sehat lainnya. Ini dikarenakan ia merasakan lemas dan susah bahkan untuk menggerakkan tubuhnya sendiri. 9. Kekebalan tubuh menurun Karena kurangnya nutrisi dan gizi menyebabkan anak-anak yang dasarnya memang sistem tubuhnya belum dapat menciptakan sistem imun yang kuat mudah terserang penyakit berbahaya jangka panjang yang berawal dari infeksi.<!--nextpage--> 10. Perkembangan otak terganggu Selain tubuh, perkembangan otak juga terganggu. Ini karena gizi yang dibutuhkan oleh otak kurang sehingga anak memiliki IQ rendah, tidak mampu belajar, susah mengingat dan susah fokus, sulit memecahkan masalah serta perkembangan bahasa yang buruk. <strong>Cara Mencegah Malnutrisi Pada Anak</strong> Cara terbaik mencegah malnutrisi pada anak adalah dengan memberikan asupan gizi yang seimbang dengan cara : <ul> <li>Tidak menghentikan ASI di tahun-tahun pertama sejak kelahiran</li> <li>Tidak mengganti ASI dengan sup sayuran atau air gula saja tanpa selingan ASI asli</li> <li>Memberikan karbohidrat yang diperoleh dari nasi, mie atau roti.</li> <li>Asupan protein nabati seperti ikan, daging, telur, kedelai dan susu</li> <li>Pemberian suplemen berupa vitamin yang di dapat dalam sayuran maupun buah-buahan.</li> <li>Pemeriksaan secara teratur ke posyandu dan layanan kesehatan untuk memantau perkembangan tubuhnya.</li> </ul> <!--nextpage--> Anak yang asupan gizinya tidak terkontrol akan menyebabkan kurangnya gizi anak dikemudian hari. Asupan gizi ini perlu diperhatikan tidak hanya salama masa pertumbuhannya saja, melainkan sejak masih dalam kandungan.