BENGKULUTERKINI.ID – Bayi yang hanya buang air besar (BAB) sekali dalam seminggu masih dianggap sebagai hal yang wajar, apalagi jika ia hanya diberi ASI eksklusif. Hal ini karena fungsi saluran cerna bayi dapat menyerap nutrisi dalam ASI secara maksimal, sehingga hanya sedikit zat sisa yang dikeluarkan sebagai kotoran.
Namun, bagaimana dengan bayi yang sulit bab? Bayi tidak BAB tentunya membuat Bunda khawatir dan gelisah. Terlebih jika kondisi tersebut disertai dengan keluhan Si Kecil tidak nafsu makan dan menjadi rewel sepanjang hari. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara mudah untuk mengatasi bayi susah BAB.
Frekuensi BAB bayi pun dapat berubah seiring bertambahnya usia. Sebagai contoh, bayi berusia 1–4 bulan normalnya akan BAB sebanyak 3–4 kali sehari. Setelah diberikan makanan pendamping ASI (MPASI), bayi cenderung lebih jarang BAB.
Namun, bayi tidak BAB juga dapat terjadi karena kondisi lain, seperti sembelit. Penyebabnya bisa karena peralihan dari konsumsi ASI menjadi konsumsi makanan padat atau kekurangan asupan serat dan cairan. Sembelit pada bayi umumnya ditandai dengan ciri-ciri berikut ini:
– Perut bayi keras saat ditekan
– Kotoran bayi memiliki tekstur yang keras dan kering
– Kotoran bayi memiliki aroma yang tajam
– Bayi kehilangan nafsu makan atau menyusu
– Bayi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu












