“Saya mohon kepada Bapak Wali Kota Bengkulu, jangan kami diusir. Kalau kami orang berada, tentu tidak mungkin tinggal di sini. Suami saya nelayan, kadang ada penghasilan, kadang tidak. Untuk mencari rumah sangat sulit bagi kami,” ujar Siska dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga berharap pemerintah daerah, khususnya wali kota, dapat turun langsung melihat kondisi warga yang tinggal di auning tersebut.
“Kami mohon dicarikan solusi yang baik. Kadang kami bisa makan, kadang tidak. Tolong bantu kami yang tinggal di auning ini. Kami hanya minta solusi agar bisa tetap hidup dengan layak,” pungkasnya.
Komisi II DPRD Kota Bengkulu berharap, melalui hearing lintas instansi dan dialog bersama warga, dapat ditemukan solusi yang adil dan manusiawi sehingga warga terdampak tidak kehilangan tempat tinggal tanpa adanya alternatif hunian yang layak. (Firman Triadinata)












