KOTA MANNA, BENGKULUTERKINI.ID – Lima petani di Kabupaten Bengkulu Selatan dilaporkan mengalami luka tembak saat bentrokan pecah dengan terduga petugas keamanan perusahaan sawit pada Senin (24/11). Insiden kekerasan ini dipicu oleh aktivitas penggusuran lahan yang masih berstatus sengketa, dengan kerugian serius diderita petani yang kini menjalani perawatan intensif.
Bentrokan terjadi ketika warga meminta aktivitas penggusuran lahan yang masih disengketakan dihentikan, namun permintaan tersebut tidak direspons dan alat berat tetap beroperasi. Kondisi ini memicu ketegangan hingga berujung kekerasan senjata api.
Korban pertama, Buyung, mengalami luka tembak serius di bagian dada. Berdasarkan keterangan saksi, tembakan dilepaskan oleh terduga petugas keamanan perusahaan berinisial Ricky tanpa tembakan peringatan. Setelah Buyung tumbang, pelaku diduga melarikan diri sambil melepaskan rentetan tembakan acak yang mengenai empat petani lainnya.
Salah satu korban, Edi Susanto, yang mengalami luka tembak di rusuk bawah, mengungkapkan kronologi penembakan sadis tersebut. Diduga total enam tembakan dilepaskan oleh pelaku.
“Ricky, preman PT, melakukan enam tembakan. Yang pertama langsung ke dada Buyung, tidak ada tembakan peringatan. Tembakan kedua meleset. Tembakan ketiga kena saya di bagian rusuk bawah dekat ketiak, jaraknya sekitar dua meter,” ujar Edi Susanto.












