BENGKULUTERKINI.ID – Lemea adalah makanan tradisional khas suku Rejang di Provinsi Bengkulu yang terbuat dari rebung atau tunas bambu muda yang difermentasi dengan ikan air tawar seperti gabus, sepat, atau tawes, serta ditambahkan serai dan garam. Proses fermentasi lemea berlangsung selama 3 hingga 5 hari dalam wadah yang ditutup dengan daun pisang dan ditutup rapat.
Rebung yang menjadi bahan utama lemea mengandung berbagai nutrisi penting, seperti serat pangan yang membantu pencernaan dan mencegah sembelit, protein yang berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh, serta karbohidrat kompleks yang memberikan energi tahan lama.
Selain itu, rebung juga kaya akan vitamin B1 (tiamin) yang mendukung fungsi sistem saraf dan metabolisme energi, serta mineral seperti kalsium dan fosfor yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Ikan air tawar yang digunakan dalam lemea juga merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang tinggi, yang baik untuk kesehatan jantung dan otak.
Konsumsi lemea secara teratur memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain menjaga kestabilan gula darah berkat kandungan seratnya, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sehingga membantu mencegah penyakit jantung, dan mencegah hipertensi karena kandungan kaliumnya yang dapat menurunkan tekanan darah.












