Menurut Sugimulyo, pengelolaan BUMD air minum memiliki tantangan tersendiri. Di satu sisi, ketersediaan air di Indonesia melimpah. Namun di sisi lain, proses distribusi hingga sampai ke rumah pelanggan menjadi tugas besar yang membutuhkan manajemen profesional.
“Air itu melimpah, tetapi bagaimana menyalurkannya sampai ke rumah-rumah masyarakat itulah tugas mulia PDAM. Tantangannya, BUMD air minum tidak selalu sefleksibel perusahaan swasta. Namun saya yakin pengurus PDAM di Provinsi Bengkulu memiliki profesionalisme dalam menjalankan amanah ini,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru dan penguatan sinergi bersama BPKP, PD Perpamsi Bengkulu diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola serta pelayanan air minum bagi masyarakat di seluruh wilayah provinsi. (Firman Triadinata)












