Umat Islam diimbau memperbanyak ibadah, menjaga sikap, serta mengendalikan hawa nafsu yang dapat mengurangi pahala bahkan membatalkan puasa.
MUI berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga toleransi, ketertiban, dan suasana religius selama Ramadan 1447 Hijriah di Kota Bengkulu. Ramadan diharapkan menjadi momen refleksi spiritual sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bengkulu resmi mengeluarkan Surat Edaran yang memuat sejumlah imbauan bagi seluruh lapisan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini ditetapkan langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, sebagai upaya menciptakan suasana ibadah yang aman, harmonis, serta religius.
Dalam surat edaran tersebut, Wali Kota menekankan tujuh poin utama yang menjadi pedoman warga selama menjalankan ibadah puasa. Salah satu poin penting adalah instruksi agar seluruh masjid di wilayah Kota Bengkulu dibuka selama 24 jam penuh guna memfasilitasi berbagai amalan Ramadan seperti dakwah, taklim, zikir, hingga ibadah rutin lainnya.
Selain itu, para laki-laki yang telah baligh diimbau menjaga konsistensi salat berjamaah di masjid serta rutin mengamalkan zikir pagi dan petang. Masyarakat juga didorong memperdalam interaksi dengan Al-Qur’an melalui program membaca minimal satu juz per hari atau menghafalkannya, serta meningkatkan semangat berbagi dengan memperbanyak sedekah.












