Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang memantau langsung jalannya operasi, menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak berhenti pada penindakan semata. Menurutnya, pendekatan preventif dan edukatif menjadi kunci dalam menekan angka penularan HIV di Kota Bengkulu.
“Ini bukan sekadar soal penegakan aturan. Ini tentang menyelamatkan generasi muda dari risiko penyakit dan dampak sosial jangka panjang. Kami ingin semua pihak, mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat, ikut berperan aktif,” tegasnya.
Pemerintah Kota Bengkulu memastikan akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengawasi praktik prostitusi berbasis aplikasi sekaligus meningkatkan sosialisasi bahaya HIV/AIDS. Edukasi di sekolah, lingkungan masyarakat, dan keluarga akan terus di gencarkan guna memutus mata rantai penularan serta menekan munculnya kasus baru di wilayah tersebut. (Anggi Pranata)












