BENGKULUTERKINI.ID – Peringatan keras dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) kepada seluruh pemilik pangkalan elpiji 3 kilogram di wilayah ini. Pangkalan diminta berhenti “main mata” dengan pengecer dan diinstruksikan untuk memutus total distribusi gas melon ke tingkat warung-warung.
Langkah berani ini diambil setelah tim Disperindagkop mencium adanya pola distribusi yang janggal, di mana stok gas di pangkalan seringkali ludes dalam sekejap, namun di saat yang sama stok di tingkat pengecer justru melimpah dengan harga yang mencekik rakyat kecil.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Mukomuko, Syafriadi, menegaskan bahwa pangkalan didirikan untuk melayani masyarakat rumah tangga secara langsung, bukan sebagai penyedia stok bagi para tengkulak atau warung pengecer yang mencari untung di atas penderitaan warga.
“Kami peringatkan, pangkalan jangan main mata! Jangan ada lagi praktik mengutamakan pengecer yang datang membawa motor dengan tumpukan tabung, sementara emak-emak yang datang membawa satu tabung justru dibilang habis. Mulai hari ini, kami larang keras pangkalan menjual ke pengecer,” tegas Syafriadi, Jumat (6/3/2026).












