“Jumlah sekolah binaan PJAS Aman tahun 2024 ada 10 sekolah. Untuk tahun 2025 ini, pengawalan dibagi dua tahap, lima sekolah di tahap pertama dan lima sekolah di tahap kedua,” jelas Denton.
Sementara itu, Plt Kepala SDN 8 Kota Bengkulu, Armada Yusti, menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga keberlanjutan program PJAS melalui pengawasan internal.
“Komitmen kami adalah selalu mengawasi kantin sekolah serta melakukan sosialisasi minimal satu semester sekali. Misalnya, pada awal tahun ajaran kemarin kami sosialisasikan program BPOM PJAS ini kepada siswa baru dan orang tua wali murid,” ujarnya.
Selain kepada siswa, sosialisasi juga dilakukan untuk para guru.
“Bersama pendamping dan pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, kami turut memberikan pemahaman mengenai PJAS kepada tenaga pendidik. Jadi tidak hanya anak-anak, tetapi juga para guru,” tambah Armada.
Dengan adanya pengawalan dari BPOM, sekolah diharapkan konsisten menciptakan lingkungan pangan yang aman, sehat, dan bersih bagi peserta didik, sekaligus memperkuat budaya keamanan pangan sejak dini. (Firman)












