“Kami ingin siswa memahami arti keamanan pangan, menjaga tubuh tetap sehat, serta memiliki pikiran cemerlang. Harapannya, budaya ini bisa ditularkan ke keluarga dan lingkungan pergaulan siswa,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, BPOM Bengkulu juga meninjau dokumen pendukung, seperti SK Tim PJAS, SK TKPS yang berisi daftar kader keamanan pangan senior dan junior, serta surat pernyataan kepala sekolah.
Selain itu, tim meninjau langsung kondisi kantin, mulai dari kebersihan, sanitasi, kualitas jajanan, hingga label pangan dengan izin edar BPOM.
“Jumlah sekolah binaan PJAS Aman tahun 2024 ada 10 sekolah. Untuk tahun 2025 ini, pengawalan dibagi dua tahap, lima sekolah di tahap pertama dan lima sekolah di tahap kedua,” jelas Denton.












