BENGKULUTERKINI.ID – Pelabuhan Linau yang terletak di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, segera memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur maritim. Pemerintah pusat melalui usulan daerah telah menyetujui kucuran dana jumbo sebesar Rp230 miliar untuk meningkatkan status pelabuhan ini menjadi Pelabuhan Pengumpul.
Saat ini, Pelabuhan Linau masih tergolong sepi aktivitas, meskipun memiliki potensi geografis yang sangat memungkinkan untuk menjadi pusat bongkar muat barang di wilayah selatan Provinsi Bengkulu.
Kepala Bapperida Kabupaten Kaur, Dr. Ir. Hiftario Syahputra, S.T., M.Si., mengonfirmasi bahwa usulan revitalisasi tersebut telah di setujui dan proses pembangunan fisik di targetkan mulai berjalan pada tahun 2026 ini.
“Alhamdulillah, usulan yang kita sampaikan beberapa waktu lalu di setujui. Mudah-mudahan tahun 2026 ini proses pembangunan sudah mulai berjalan. Dengan status baru sebagai Pelabuhan Pengumpul, Pelabuhan Linau akan lebih mumpuni menampung lebih banyak kapal,” ujar Rio, Sabtu (14/2/2026).
Pengembangan Pelabuhan Linau tidak hanya mencakup peningkatan status administratif, tetapi juga perombakan infrastruktur fisik secara menyeluruh. Rencana pembangunan meliputi pembangunan dermaga lama (Dermaga 2) dan Dermaga 3 untuk memperluas area sandar kapal, pembangunan breakwater (pemecah gelombang) guna menjamin keamanan kapal saat berlabuh dari hantaman ombak besar Samudera Hindia, dan terakhir alih fungsi dermaga 1, yaitu dermaga baru yang ada saat ini rencananya akan di alihfungsikan sebagai bagian dari sistem pemecah gelombang.












