Rio menambahkan, selama ini aktivitas di Pelabuhan Linau sangat minim, bahkan dalam sebulan seringkali tidak ada kapal yang bersandar. Dengan status Pelabuhan Pengumpul, fasilitas pendukung akan di tingkatkan agar mampu melayani berbagai jenis angkutan logistik.
“Setelah menjadi pelabuhan pengumpul, aktivitas bongkar muat bisa di lakukan secara reguler. Fasilitas yang lebih mumpuni akan menarik minat pelaku usaha untuk memanfaatkan jalur laut di Kaur,” jelasnya.
Diharapkan, transformasi Pelabuhan Linau ini dapat menjadikannya salah satu urat nadi ekonomi utama di Kabupaten Kaur, membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar, serta menurunkan biaya logistik di wilayah tersebut. (Irul)












