“Penundaan ini terjadi karena Kemenkes saat ini fokus pada peningkatan status seluruh rumah sakit di daerah. Termasuk melengkapi fasilitas dan alat kesehatan agar standar pelayanannya semakin maksimal,” jelas Tejo.
Ia menambahkan bahwa proses pembangunan rumah sakit vertikal baru akan di lanjutkan setelah Kemenkes menuntaskan program penguatan tersebut.
“Saat ini Kemenkes sedang menyusun prioritas penguatan layanan kesehatan nasional. Jadi pembangunan RS vertikal di Bengkulu masih menunggu penyelesaian peningkatan status dan pengadaan alat kesehatan di rumah sakit yang sudah ada,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan tetap memahami keputusan tersebut.











