BENGKULUTERKINI.ID – Pemerintah Kota Bengkulu membuka peluang untuk mengelola sampah secara mandiri tanpa melibatkan pihak swasta. Opsi ini mencuat setelah adanya aksi protes sopir angkutan sampah yang membuang muatan mereka di halaman Kantor Wali Kota dan Kantor DPRD Kota Bengkulu.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dinilai sulit dilalui. Peristiwa itu pun menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak pesan dan panggilan dari warga usai kejadian tersebut. Menurutnya, sebagian besar masyarakat justru menyatakan dukungan kepada Pemerintah Kota Bengkulu.
“Saya menerima banyak WhatsApp dan telepon setelah kejadian itu. Alhamdulillah, mayoritas masyarakat memberikan dukungan kepada pemerintah,” kata Dedy.
Ia menilai insiden tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Dedy menegaskan bahwa para sopir selama ini telah memperoleh penghasilan dari kerja sama pengelolaan sampah yang berjalan.
“Kalau semua bisa menahan diri, persoalan ini sebenarnya tidak perlu sampai seperti itu. Selama ini mereka juga mendapatkan penghidupan dari kerja sama yang ada,” ujarnya.












