Pemkot juga akan menelusuri kemungkinan adanya peran broker atau perantara di tingkat bawah yang berpotensi memainkan harga di pasaran. Menurut Dewi, pengawasan ini penting untuk mencegah praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.
“Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Jika ditemukan indikasi permainan harga, tentu akan kami koordinasikan dengan instansi terkait,” tegasnya.
Selain ayam, komoditas beras turut menjadi fokus pengawasan. Pemerintah ingin memastikan tidak terjadi kenaikan harga yang tidak terpantau maupun gangguan distribusi yang dapat memicu kelangkaan.
Dengan rencana pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu berharap masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar selama Ramadan.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Pemerintah hadir untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan tetap terjaga,” tutup Dewi. (Firman)












