Ketiga, pasar Jangkar (41 Pedagang). Penataan di kawasan ini bertujuan untuk mendukung keindahan objek wisata sejarah dan pesisir di sekitar Kampung Bahari dan Pelabuhan.
Keempat, Pasar Barukoto (20 Pedagang Kuliner). Fokus pada pengembangan pusat kuliner untuk menarik minat wisatawan yang berkunjung ke kawasan Benteng Marlborough.
Salah satu faktor utama yang membuat pedagang bersedia pindah tanpa gesekan adalah kebijakan insentif dari Walikota Bengkulu. Sebagai bentuk dukungan ekonomi di masa transisi, pemerintah memberikan fasilitas pembebasan biaya sewa lapak atau retribusi selama 3 bulan pertama di lokasi baru.
“Ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir. Kami tidak hanya meminta mereka pindah, tapi kami bantu angkut barangnya dan kami beri keringanan biaya agar modal mereka tidak terganggu di tempat baru,” tambah Alex.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari pengguna jalan. Penataan di kawasan KZ Abidin I dan Panorama kini mulai memperlihatkan jalanan yang lebih luas dan trotoar yang kembali ke fungsinya semula bagi pejalan kaki.
Pemkot Bengkulu berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan agar para pedagang tetap bertahan di lokasi baru dan tidak kembali lagi ke bahu jalan. (Adv)











