Meski demikian, Mian tidak menampik masih adanya sejumlah kendala yang perlu diselesaikan agar program strategis tersebut berjalan optimal. Beberapa persoalan utama di antaranya keterbatasan lahan pembangunan, permasalahan administrasi, hingga adanya komplain dari sejumlah pihak.
“Tercatat masih ada 428 koperasi yang belum memiliki lahan, kemudian 118 koperasi terkendala dokumen dan hibah, serta beberapa komplain. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan. Target kita, pada 2026 seluruh permasalahan tersebut sudah clear,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Korem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menegaskan kesiapan TNI untuk terus mendukung dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
“Kami akan terus berkoordinasi dan mendukung pemerintah daerah agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini dapat berjalan sesuai target dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Dengan penguatan koordinasi lintas sektor ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa dan mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. ( Anggi Pranata)












