Mian juga menilai letak Pelabuhan Pulau Baai yang berada di jalur strategis pantai barat Sumatera memberikan peluang besar untuk menjadikannya sebagai salah satu ekosistem pelabuhan utama di wilayah tersebut.
Sementara itu, Dirut Pelindo Achmad Muctasor mengungkapkan bahwa kawasan pelabuhan tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai lokasi pembangunan pabrik biodiesel guna mendukung kebutuhan industri ke depan.
“Kita mendorong pembangunan pabrik biodiesel di kawasan pelabuhan tersebut,” katanya.
Untuk mempercepat realisasi rencana tersebut, Pelindo mendorong adanya penandatanganan nota kesepahaman atau MoU sebagai langkah awal kerja sama.
“Untuk realisasinya, segera dilakukan MoU,” tambahnya.
Dukungan terhadap rencana pengembangan kawasan industri itu juga disampaikan General Manager Pelindo Regional II Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi.
Ia menegaskan pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar pengembangan kawasan industri di pelabuhan tersebut dapat segera terwujud.
“Ke depan kolaborasi yang lebih intens antara Pelindo dengan Pemprov Bengkulu dibutuhkan untuk terwujudnya kawasan industri,” ujarnya.
Sebagai informasi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional II Bengkulu telah merancang pengembangan kawasan industri seluas sekitar 215 hingga 218 hektare di Pelabuhan Pulau Baai. Kawasan ini disiapkan untuk mendukung hilirisasi komoditas unggulan Bengkulu seperti CPO, karet, dan hasil tambang. (Anggi)












