“Nilai kontrak pengerukan tahap III kurang lebih Rp300 miliar,” tambahnya.
Sementara itu, Pelindo Regional II Bengkulu mengklaim pengerukan tahap II telah di selesaikan dengan kedalaman mencapai 6,5 mLWS. Untuk menjaga kedalaman tersebut, Pelindo masih menyiagakan kapal khusus pemeliharaan alur.
“Saat ini kami menyiapkan kapal untuk mempertahankan kedalaman 6,5 mLWS,” ungkap Dimas.
Akibat kedalaman alur yang belum memadai, aktivitas bongkar muat batu bara masih di lakukan di luar kolam pelabuhan. Kapal besar dengan kapasitas sekitar 24 ribu ton belum dapat masuk ke alur pelabuhan, sehingga bongkar muat harus di lakukan melalui sistem transshipment, yakni pemindahan muatan dari kapal tongkang ke kapal induk di perairan luar.
Kondisi ini di nilai belum efisien dan menjadi salah satu alasan mendesaknya pengerukan tahap III agar fungsi Pelabuhan Pulau Baai kembali optimal sebagai pintu utama logistik Bengkulu. (Anggi Pranata)












