BENGKULUTERKINI.ID – Proyek pengendalian banjir di kawasan Tanjung Agung, Kota Bengkulu, hingga kini belum sepenuhnya rampung meski telah melewati masa kontrak. Balai Wilayah Sungai Sumatera VII (BWSS) Bengkulu mengakui adanya keterlambatan pengerjaan, khususnya pada pembangunan rumah pompa dan pemasangan unit pompa.
SNVT PJPA BWSS VII Bengkulu, Shinta Marino, mengatakan bahwa secara umum pekerjaan fisik tanggul sebenarnya sudah selesai dan bahkan telah bisa dilalui kendaraan atau hot traffic. Namun, fungsi utama pengendalian banjir belum sepenuhnya berjalan karena masih ada beberapa item pekerjaan yang belum tuntas.
“Memang kami akui ada keterlambatan, terutama pada pembangunan rumah pompa dan pemasangan pompanya. Untuk tanggul bisa dibilang sudah selesai karena sudah bisa dilalui,” kata Shinta.
Saat ini, rekanan pelaksana proyek masih di berikan masa pemberian kesempatan dengan konsekuensi di kenakan denda sesuai ketentuan kontrak. BWSS menargetkan seluruh pekerjaan dapat di selesaikan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.
“Sekarang masih tahap penyelesaian. Rekanan di berlakukan denda dan kami beri waktu kurang lebih satu bulan. Harapan kami dalam waktu itu proyek sudah selesai dan bisa berfungsi sesuai peruntukannya,” jelasnya.












