1. Anak dalam diriku yang terluka, aku di sini siap mendengarkanmu.
2. Ceritakan seluruh deritamu, aku di sini sungguh-sungguh mendengarkanmu.
3. Kau adalah anak dalam diriku, aku adalah kau. Kini kita sudah dewasa, tidak perlu takut lagi.
Kita aman, bisa melindungi diri sendiri. Ayo, ikut ke masa kini.
4. Jangan biarkan masa lalu memenjarakan kita. Pegang tanganku, mari dalam bersama. Menikmati
setiap langkah kita di masa kini.
5. Di sini kita memeluk dan memberikan rasa aman
pada anak dalam diri kita, Jika perlu, menangis pun tidak apa. Ini bisa menjadi awal rekonsiliasi dengan anak di alam diri kita.
Ketika kita sedang bahagia, ajak anak dalam diri kita turut menikmatinya. Saat menikmati matahari terbenam misalnya, kita bisa membayangkan menggandeng tangan anak dalam diri kita dan menikmati indahnya semburat senja bersama. Indah kan? Hanya dengan mencintai dan menyembuhkan luka anak dalam diri kita, kita bisa
mulai mencintai diri dan orang lain lebih tulus. Rekonsiliasi dengan anak dalam diri kita membantu kita melepas borgo derita masa lalu dan berbahagia di masa kini.












