2. Gorengan yang Berminyak
Bakwan, risoles, tahu isi, dan berbagai gorengan lain sangat diminati saat berbuka. Sayangnya, makanan yang mengandung lemak jenuh dan minyak goreng yang digunakan berulang kali dapat memberatkan lambung.
Perut kembung, merasa tidak nyaman, asam lambung meningkat, serta kemungkinan kadar kolesterol meningkat jika sering dikonsumsi.
3. Makanan yang Kaya Santan dan Lemak
Kolak dengan santan kental atau hidangan berkuah santan pekat memang lezat setelah seharian berpuasa. Namun, kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi.
Dengan seringnya mengonsumsi makanan yang kaya santan dan lemak akan ada risiko yang dihadapi seperti , masalah pencernaan, mual, dan perasaan berat di perut.
4. Takjil dengan Pewarna dan Pemanis yang Berlebihan
Kue atau minuman berwarna mencolok dan rasa sangat manis sering kali mengandung tambahan gula serta pewarna buatan.
Peningkatan kalori tanpa nutrisi yang seimbang dan kemungkinan gangguan metabolisme bila dikonsumsi secara terus-menerus.
5. Makanan Pedas Saat Perut Kosong
Beberapa orang memilih makanan pedas sebagai pembuka. Namun, perut yang kosong selama belasan jam menjadi lebih sensitif terhadap iritasi.
Jika mengonsumsi makanan ini secara terus menerus selama puasa ramadhan bisa memungkinkan akan mengakibatkan yeri lambung, diare, atau serangan maag kambuh yang serius.












