BENGKULUTERKINI.ID – Diet sering kali dipahami hanya sebatas mengurangi porsi makan atau menghindari jenis makanan tertentu.
Padahal, menurut Dunia Ade Rai, keberhasilan diet tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak makanan yang dikurangi, melainkan oleh pemahaman menyeluruh tentang bagaimana tubuh bekerja dalam mengolah energi dan nutrisi.
Ada empat elemen utama yang harus diperhatikan agar diet benar-benar efektif, sehat, dan bisa dijalani secara berkelanjutan menurut Ade Rai ini berikut penjelasannya:
1. Kalori / Energi (Energy Balance)
– Elemen paling dasar dan inti dalam diet adalah seimbangan energi antara asupan (kalori masuk) dan pengeluaran (kalori keluar).
– Jika asupan lebih besar daripada pengeluaran → kelebihan energi → kenaikan berat badan.
– Jika asupan lebih kecil daripada pengeluaran → defisit energi → penurunan berat badan.
– Bahkan ketika komposisi makronutrien (protein, lemak, karbohidrat) “baik”, kalau total kalorinya tetap berlebihan, diet bisa gagal.
– Oleh sebab itu, Ade Rai menekankan pentingnya menghitung atau memperkirakan kebutuhan kalori harian sebagai dasar diet.
2. Makronutrien (Protein, Lemak, Karbohidrat)
– Setelah kalori ditentukan, pembagian jenis nutrisi (makronutrien) menjadi elemen kedua yang penting: protein, lemak, dan karbohidrat.
– Protein sering ditekankan sebagai elemen utama karena memiliki peranan dalam pemeliharaan massa otot, efek termik makanan (kalori yang “terbakar” saat mencerna protein lebih tinggi dibanding karbohidrat/lemak), dan rasa kenyang lebih lama.
– Lemak dan karbohidrat tetap diperlukan, tetapi porsi dan jenisnya yang harus diperhatikan (misalnya karbo kompleks vs sederhana, lemak sehat vs jenuh).
– Menyeimbangkan makronutrien ini agar sesuai dengan kebutuhan individu (tingkat aktivitas, tujuan diet, kondisi kesehatan) sangat penting agar diet tidak terasa “menghukum” tubuh atau terasa menyiksa.
3. Kualitas Makanan / Nutrient Density
– Bukan hanya soal “berapa banyak”, tetapi juga apa yang kita makan. Makanan dengan kualitas tinggi (nutrient dense) memberikan vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan zat bioaktif lainnya yang mendukung kesehatan dan metabolisme.
– Makanan “kalori kosong” (misalnya gula murni, makanan olahan tinggi gula/lemak jahat) cenderung menyumbang energi tanpa manfaat mikronutrisi.
4. Konsistensi dan Kepatuhan (Consistency & Adherence)
– Elemen terakhir—yang sering menjadi penghambat terbesar—adalah kemampuan bertahan (konsistensi) terhadap pola diet dalam jangka waktu.
– Tanpa kepatuhan yang baik, teori paling sempurna pun gagal diterapkan.
– Diet tidak harus ekstrem atau “sempurna 100 % setiap hari”, tetapi yang penting adalah bisa dijalankan dalam jangka panjang (sustainable), dengan margin fleksibilitas (boleh ada “cheat” tapi tidak berlebihan).
– Ade Rai menyebut bahwa seringkali orang gagal bukan karena metode dietnya salah, tapi karena tidak mampu mempertahankannya.












